Yakin Pengin PTM, Sayangnya Siswa Masih Insecure. Apa Alasannya?

By Marcella Oktania, Jumat, 24 September 2021 | 19:25 WIB
Ilustrasi sekolah tatap muka saat pandemi (rri.co)

CewekBanget.ID - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) memang sudah dilakukan di banyak kota besar.

Dimulai dari Jakarta pada akhir Agustus 2021 lalu dan diikuti oleh wilayah lainnya yang sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah.

Walaupun masih di tengah masa pandemi COVID-19, ternyata PTM disambut baik oleh para siswa.

Baca Juga: Alasan Indonesia Belum Bisa Sekolah PTM Merata Seperti Desakan WHO dan UNICEF

Ini terbukti dari survei yang dilakukan HAI Online dan CewekBanget.ID kepada 150 responden yang masih duduk di bangku sekolah SMP dan SMA.

Siswa pengin PTM di tengah masa pandemi COVID-19

Dari 150 responden yang disurvei, 54,7% atau 82 responden mengatakan rumahnya jauh dari sekolah.

Namun lebih dari 50% antaranya tetap yakin mau PTM meski rumah mereka jauh dari sekolah.

Bahkan, walaupun hanya diperbolehkan PTM selama maksimal 35 menit per harinya, tapi ada 62,7% atau 94 responden yang tetap yakin pergi ke sekolah untuk melaksanakan PTM.

Ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa enggak mempermasalahkan waktu singkat belajar di sekolah, selama bisa melaksanakan PTM untuk membantu mengerti pelajaran dan bersosialisasi dengan teman-teman.

Baca Juga: INFOGRAFIS: 10 Things You Need to Know About Pembelajaran Tatap Muka!

Fasilitas yang dibutuhkan siswa selama PTM

Fasilitas jadi salah satu hal yang paling penting di sekolah, apalagi saat PTM di masa pandemi COVID-19.

Soal fasilitas yang perlu disiapkan oleh sekolah saat PTM, 76,7% atau 115 responden meminta agar sekolah paling enggak wajib menyediakan masker, hand sanitizer, disinfektan, face shield, hingga alat pengukur suhu badan.

Enggak ketinggalan, responden juga meminta sekolah untuk mengetatkan sistem prokes serta siswa dan guru masuk bergantian.

Yakin PTM, siswa tetap merasa insecure

(*)