Hati-Hati Memilih Menu Sarapan, Jangan Sampai Bikin GERD Kambuh!

By Salsabila Putri Pertiwi, Kamis, 14 Oktober 2021 | 23:05 WIB
Ilustrasi sarapan dengan sereal (resveralife.com)

CewekBanget.ID - Kita harus lebih memperhatikan menu sarapan yang kita santap setiap pagi.

Asal memilih makanan untuk sarapan dapat menyebabkan sejumlah masalah, termasuk memicu kambuhnya gastroesophageal reflux disease atau GERD alias naiknya refluks asam lambung.

Kondisi ini sangat enggak nyaman dan membuat aktivitas kita terganggu.

Jadi, menu sarapan apa saja yang sebaiknya dihindari penderita GERD?

Baca Juga: Resep Chicken Burrito Simple dan Cepat, Sarapan Praktis a la Mexico!

Makanan yang Enggak Disarankan

Kita sebaiknya menghindari sarapan dengan menu tinggi lemak seperti sosis, telur goreng, mentega, dan minyak.

Selain itu, menu dengan bahan-bahan seperti bawang merah dan cabai juga enggak direkomendasikan sebagai santapan saat sarapan bagi orang dengan GERD.

Kue-kue seperti donat juga sering kali tinggi lemak, sehingga jika mau mengonsunsinya pilihlah opsi rendah lemak.

Selain itu, porsi makan juga harus diperhatikan; kalau kita mengidap GERD, makanlah dalam porsi kecil, karena makan dalam porsi besar atau makanan tinggi kalori bisa memicu refluks asam.

 

 

Minuman

Bukan hanya makanan, perhatikan pula minuman yang kita konsumsi saat sarapan, ya.

Yang jelas, penderita GERD pantang banget minum kopi atau teh di pagi hari karena dapat memperparah gejala.

 

Kopi bisa mengendurkan LES, yang memberikan pembatas antara esofagus dan perut; jika LES mengendur, maka cairan pencernaan yang asam bisa bocor ke kerongkongan sehingga menyebabkan peradangan dan iritasi. 

Di sisi lain, kalau kita mau minum minuman seperti jus buah, hindari buah atau jus yang memiliki sifat asam seperti jeruk, nanas, dan jus tomat. 

Baca Juga: Hindari, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Bikin Diet Gagal Total!

Mengonsumsinya ketika sarapan bisa memicu gejala refluks asam dengan mengiritasi esofagus yang sudah meradang.

Asam dalam buah dan jus tersebut juga dapat mengaktifkan pepsin, enzim yang ditemukan dalam cairan lambung dan bertanggung jawab untuk memecah protein.

Selain itu, minum susu juga bisa menjadi alternatif karena cenderung ditoleransi dengan baik; susu rendah lemak atau susu tanpa lemak mungkin menjadi pilihan yang lebih baik daripada susu murni.

 

(*)