Kurikulum yang ditawarkan itu akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu pada materi.
Ada tiga elemen yang ditekankan untuk kurikulum terbaru pendidikan di Indonesia nantinya.
1. Pertama menekankan pada basis kompetensi
Untuk kompetensi ini adalah rangkaian dari pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Aspek tersebut dirangkai jadi proses berkelanjutan, untuk membangun kompetensi siswa.
2. Karakter Pancasila
Karakter Pelajar Pancasila, diwujudkan melalui sinergi antara kegiatan pembelajaran rutin sehari-hari di kelas dengan kegiatan nonrutin (projek) interdisipliner.
3. Pembelajaran fleksibel
Capaian pembelajaran disusun dalam fase-fase (2-3 tahun perfase).
Peserta didik akan memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan tingkat pencapaian, kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya.
Perubahan yang diterapakan
Sementara untuk pembelajaran, Nadiem Makariem menghendaki untuk pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) diadakan kembali.
Serta jam pelajaran ditetapkan pertahun tidak lagi perminggu seperti pada KTSP-2013.
Menariknya, elemen pembelajaran fleksibel berdampak pada pemilihan konsentrasi jurusan bagi peserta didik Sekolah Menengah Atas.
Nantinya enggak ada lagi anak IPA atau IPS, dengan mata pelajaran yang dipisah sejak awal.
Siswa yang masuk SMA, pada kelas 10 akan mendapat pelajaran umum seperti saat diterima di SMP.
Baru di jenjang kelas 11 dan 12, siswa berhak tentukan kombinasi mata pelajaran sendiri tergantung dengan minat dan kebutuhan.