Mantan Trainee SM Entertainment Ini Sukses di Luar Negeri Lho!

By Indah Permata Sari, Rabu, 11 Juli 2018 | 18:50 WIB
Ace (foto : koreaboo)

Bukan rahasia lagi kalau SM Entertainment memang punya banyak trainee yang dipersiapkan untuk jadi idol selanjutnya. Namun karena jumlahnya terlalu banyakdan persaingan yang ketat, enggak jarang juga ada trainee yang menyerah untuk mewujudkan mimpi mereka lewat agensi ini.

Beberapa memilih keluar dan mengadu nasib serta peruntungan di agensi lain atau mencari cara lain agar dia bisa segera debut.

Salah satunya adalah Ace, yang ternyata dia dulu sempat jadi trainee di SM Entertainment!

Dilansir dari laman koreaboo.com, ini dia mantan trainee SM Entertainment yang sukses di luar negeri!

Ace Meninggalkan SM Entertainment di Tahun 2015

Ace

Dikabarkan Ace ini meninggalkan salah satu agensi terbesar di Korea itu pada tahun 2015. Cowok dengan nama asli Azamat Ashmakyn ini adlaah salah satu trainee berbakat yang ditemukan lewat global auditions di Kazakhstan pada tahun 2011.

Bagian dari SM Rookies

Ace sudah menjalani trainee selama beberapa tahun dan dia adalah bagian dari SM Rookies. Dan rumornya dia akan debut bersama NCT sebelum akhirnya dia memutuskan untuk keluar.

Kembali ke Kazakhtan

Ace lalu kembali ke Kazakhstan dan bergabung dalam Q-Pop band, Ninety One, band yang terinspirasi dari kpop pertama di negara ini. Fyi, band ini sebelumnya bernama KTI Boys.

Ninety One ini maksudnya adalah tahun 1991, yang mana di tahun itu negara Kazakhstan berhasil merdeka dari USSR. Itu lah yang menjadi awal dari Q-Pop (Qazaq-pop),  K-Pop, Western Pop, dan juga musik tradisional Kazakh. Nama ini punya makna yang sangat berarti.

Grup Band Ninety One

Grup ini punya lima member, dua di antaranya pernah jadi bagian dari K-Top Idols project di tahun 2014, yang dulu pengin membuat grup idol.

Di sini Ace sebagai vokalis utama dan leading dancers lho!

Ninety One sudah berhasil menang beberapa penghargaan nasional dan internasional dalam hal menyanyi dan rapping.

Namun band ini sempat menimbulkan skandal juga karena bagi sebagian publik Kazakh karena bertentangan dengan moral sosial dengan enggak menjadi ‘pria sejati’.

Pada tahun 2016 saat tur dunia, ada sebagian yang memprotes grup ini pada konser mereka karena band ini terlihat terlalu ‘gay’ untuk merepresentasikan pria Kazakhstan.

Meskipun begitu, band ini masih aktif dan punya fans yang menyukai mereka.