Kapan Wabah Virus Corona Bisa Cepat Berakhir? Ini Jawabannya!

By Marcella Oktania, Selasa, 7 April 2020 | 13:10 WIB
Virus corona (helmholtz.de)

CewekBanget.ID - Virus Corona atau COVID-19 memang telah ada sejak dulu. Namun, wabah virus Corona ini baru aja menyebar pesat di dunia sejak tahun 2020 ini.

Menurut data yang dikutip dari Worldometers, sudah ada lebih dari 1,3 juta jiwa yang positif Corona, dengan lebih dari 74 ribu kematian dan 278 ribu yang telah sembuh di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri per tanggal (6/4), orang yang sudah terinfeksi virus Corona telah mencapai 2.491, dengan orang yang meninggal mencapai 209 dan 192 orang telah terkonfirmasi sembuh.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 3 Hal Pembawa Virus Corona yang Ada dalam Rumah!

Wabah virus Corona ini diperkirakan bakalan terus menyebar hingga pertengahan tahun 2020.

Namun yang jadi pertanyaannya, kapan sebenarnya wabah virus Corona ini bakalan berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas seperti biasa?

Kapan virus Corona berakhir?

Pertanyaan ini sulit banget buat dijawab, bahkan oleh para ahli kesehatan dunia sekalipun.

Seperti wawancara dengan Asisten Direktur Jendral WHO, dr. Bruce Aylward pada akhir Maret 2020 lalu yang dikutip dari Time, beliau sendiri masih enggak bisa memprediksikan kapan sebenarnya virus Corona ini bisa berakhir di dunia.

Wabah Corona di Cina sendiri telah dimulai sejak awal Januari dan di bulan April ini diprediksikan sudah selesai. Negara-negara di kawasan Barat sudah dalam tahap penyelesaian.

Namun negara di kawasan Afrika dan di sekitaran India (termasuk Indonesia), wabah virus Corona sendiri baru dimulai!

Dalam 6 bulan ke depan, dr. Bruce Aylward sendiri melihat bahwa wabah virus Corona bakal tetap ada di beberapa bagian dunia.

Hal yang kurang lebih sama juga diucapkan oleh peneliti senior di Southampton University, Micheal Head kepada The Independent.

Baca Juga: Obat-obatan & 5 Benda yang Dianggap Perlu Ada di Rumah Buat #HadapiCorona Selama Masa Isolasi!

"Kesulitannya untuk memprediksi (kapan virus Corona berakhir) karena ini virus yang benar-benar baru, dan skala pandemi ini belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Kalau harus mengira-ngira kapan virus Corona bisa berakhir di satu negara tertentu, dr. Bruce Aylward menyuruh kita buat melihat pengalaman dari negara yang lebih dulu terinfeksi virus Corona, seperti Cina, Korea Selatan, dan Singapura.

Kalau sesuai data, ketiga negara tersebut bisa benar-benar menemui titik terang setelah 3 bulan berjuang melawan Corona. Namun kalau bisa benar-benar melakukan apapun untuk memerangi virus Corona, mungkin 2 bulan aja sudah cukup, lho!

Ini semua kembali lagi ke negara dan masyarakat masing-masing. 

"Kalau kami melakukan tes untuk setiap kasus, isolasi kasus secara cepat, mungkin kasus bisa rendah. Kalau hanya bergantung pada tindakan shut down yang masif tanpa mencari kemungkinan kasus lainnya, maka setiap kali mengerem, virus Corona bisa kembali seperti gelombang," jelasnya.

Simpelnya, dr. Bruce Aylward ingin kalau setiap negara dan masyarakat bisa benar-benar serius dalam menangani virus Corona ini, dengan cara mengikuti segala prosedur, seperti melakukan physical distancing, menjaga kebersihan, melakukan etika batuk bersin, melakukan rapid test, dan penanganan cepat pasien virus Corona.

Lalu gimana menghilangkan virus Corona selamanya?

Well, jawabannya enggak mudah. Sama seperti virus sebelumnya, virus Corona enggak bakalan bisa menghilang sepenuhnya dari dunia ini.

Ini sama seperti yang dibicarakan dr. Bruce Aylward.

"Banyak orang percaya bahwa skenario pertama bahwa virus ini benar-benar menghilang sepenuhnya adalah sangat sangat tidak mungkin, virus ini menyebar dengan mudah ke populasi manusia, sehingga kemungkinan besar hanya bisa menjadi penyakit tingkat rendah," ujarnya.

Dengan kata lain, dr. Bruce Aylward setuju kalau virus Corona sendiri enggak bakal menghilang karena tingkat penyebaran yang gampang, tapi mungkin bakalan setara kayak virus influenza biasa.

FYI, vaksin virus Corona sendiri sudah disuntikkan ke orang pertama di Amerika buat dilihat perkembangannya. 

Kalau berhasil, vaksin ini bakalan diberikan ke populasi negaranya (lebihari 60 persen) biar muncul 'herd immunity' atau populasi yang imun virus, biar virus Corona enggak mudah lagi menyebar seperti sekarang.

Namun, professor mikrobiologi selular di University of Reading, dr. Simon Clarke berkata ke The Independent bahwa vaksin yang berhasil adalah vaksin yang bisa membuat sistem imun tubuh menjadi cukup protektif menyerang virus baru, alias virus Corona.

Yang paling penting sekarang, tetap rajin menjaga kebersihan dan kesehatan. Kalau merasa mengalami gangguan pernasapan, batuk kering, hingga kehilangan kemampuan mencium bau dan merasakan lewat lidah, sebaiknya segera periksakan kondisi kita!

(*)

Baca Juga: Tips Agar Wajah Enggak Jerawatan dan Terhindar dari Corona. Ikutin, Yuk!