Ini 4 Penyebab Kenapa Kita Bisa Merasa Pusing Setelah Terjadi Gempa

By Siti Fatimah Al Mukarramah, Selasa, 22 November 2022 | 06:55 WIB
Ilustrasi pusing setelah gempa (Healthline)

CewekBanget.ID - Pernah merasa pusing setelah gempa terjadi?

Kok bisa gitu, ya? Apakah ini ada hubungannya sama kondisi kesehatan kita saat gempa terjadi?

Ternyata, pusing setelah gempa itu wajar. Ini beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya! 

Baca Juga: Waspada Gempa M 8,7 Banten, Harus Siap Tas Siaga Bencana! Apa Isinya?

1. Karena panik

Kita akan mudah panik saat gempa terjadi.

Nah, kepanikan itu bisa memompa hormon adrenalin dalam tubuh.

Bila hormon itu dipompa terlalu banyak, maka bisa menyebabkan pusing.

2. Merasa cemas dan stres tres

Rasa stres dan cemas juga bisa memicu munculnya rasa pusing setelah gempa bumi terjadi.

Orang-orang yang pusing karena gempa biasanya disebabkan karena stres dan kecemasan yang berlebihan.

3. Kehilangan kestabilan

Berdasarkan penelitian, rasa pusing setelah gempa bisa terjadi karena kita kehilangan rasa stabil di tempat kita berpijak.

Terutama ketika berada di gedung bertingkat dengan goncangan gempa yang terasa lebih besar.

Semakin besar gempa yang dirasakan, maka semakin muncul rasa enggak stabil pada diri kita.

4. Sindrom Post-Earthquake Dizziness

Bagi sebagian orang, gempa bisa menyebabkan terjadinya Post-Earthquake Dizziness Syndrome.

Guncangan gempa bisa memengaruhi saraf vestibular di telinga bagian dalam yang seharusnya berguna menjaga keseimbangan tubuh.

Saat saraf keseimbangan terganggu, rasa pusing akan muncul.

Pusing ini bisa terjadi selama beberapa menit, tergantung pada usia dan kesehatan seseorang.

Bila kita merasa pusing, cobalah diam sejenak sambil menutup mata selama beberapa menit.

Bisa juga dengan istirahat merebahkan diri.

Ketika gempa terjadi, apa yang harus kita lakukan?

Baca Juga: Gempa M 5,6 Cianjur Akibatkan 46 Korban Meninggal Dunia dan Dampak Lainnya!

1. Tetap tenang

Hal yang pertama perlu kita lakukan ketika terjadi gempa adalah jangan panik dan tetap tenang.

Hindari kaca, tiang, pohon, dan benda-benda yang berisiko roboh akibat gempa.

2. Menunduk

Sebisa mungkin ketika terjadi gempa, kita harus menunduk dengan melindungi kepala.

Jangan berjalan atau berlari ya, girls!

3. Berlindung

Sambil menunduk, kita harus melindungi diri dengan menuju ke bawah meja.

Ketika berlindung, usahakan jangan bergerak atau berpindah tempat.

4. Evakuasi

Ketika gempa sudah selesai, segera berpindah dari tempat perlindungan ke daerah yang aman dari gempa.

5. Berkumpul

Usahakan berkumpul pada satu titik yang aman, kemudian hubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan.

Jangan coba masuk ke dalam rumah atau ruangan hingga keadaan dinyatakan benar-benar aman.

Pantau terus informasi terbaru tentang gempa, dari internet atau radio.

Ikuti panduan yang diberikan oleh pihak yang mengevakuasi setelah pihak berwenang datang.

(*)

Baca Juga: Dipilih Jadi Ibu Kota Baru, Ternyata Pulau Kalimantan Punya Aktivitas Gempa Paling Rendah. Aman dari Bencana?