Gastritis dan 4 Bahaya Lain yang Mengintai Kalau Makan Terlalu Cepat!

By Salsabila Putri Pertiwi, Kamis, 21 Januari 2021 | 21:03 WIB
Makan roti (thehealthy.com)

Gastritis

Ilustrasi penyakit lambung

Makan cepat juga dikaitkan dengan gastritis erosif, peradangan yang menggerogoti lapisan perut.

Peradangan tersebut biasanya menyebabkan kerusakan yang dangkal atau terkadang tukak yang dalam.

Dalam sebuah penelitian dari Korea, lebih dari 10.000 pasien menjalani pemeriksaan termasuk endoskopi saluran pencernaan bagian atas, yakni prosedur menggunakan tabung berlampu dengan kamera kecil yang mengalir ke tenggorokan, melalui kerongkongan dan masuk ke perut.

Dokter lebih mungkin menemukan tanda-tanda gastritis erosif pada pasien yang mengatakan bahwa mereka adalah pemakan cepat, salah satu kemungkinan alasannya karena orang yang menelan makanan mereka secara terburu-buru cenderung makan berlebihan.

Sementara itu makan berlebihan, pada gilirannya dapat menyebabkan makanan duduk lebih lama di perut, sehingga lapisan perut terpapar lebih banyak asam lambung. 

Tersedak

Seseorang yang makan terlalu cepat lebih banyak menelan langsung makanan daripada mengunyahnya.

Kondisi ini berisiko menyebabkan mereka tersedak dan kejadian tersedak enggak boleh dianggap remeh.

Sementara dalam dunia medis, tersedak dapat mengakibatkan kematian; antara lain menyebabkan iritasi tenggorokan, kerusakan tenggorokan, hingga kematian akibat sesak napas.

Oleh sebab itu, penting untuk dapat makan secara perlahan dan mengunyah makanan dengan hati-hati untuk mencegah tersedak.

Hati-hati, girls. 

(*)

Baca Juga: Dampaknya Mengerikan, Jangan Makan 5 Makanan Ini Saat Perut Kosong!